About

PHONE : 085790956780

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tinggal 'Googling', Virus "9 Juli" Terdeteksi



Kini, pengguna tak perlu takut ancaman virus "9 Juli" yang dikabarkan akan memblokir akses internet pada tanggal tersebut.



Situs mesin pencari Google ikut andil memperingatkan pengguna dalam mendeteksi virus DNS Changer yang bisa membuat komputer "bingung," sehingga pengguna komputer menganggap koneksi internetnya terputus setelah tanggal 9 Juli 2012.

Jika komputer pengguna terinfeksi DNS Changer, lalu melakukan pencarian menggunakan Google, maka Google akan memberi tahu bahwa komputer tersebut dijangkiti DNS Changer.

"Peringatan itu akan muncul di atas kolom kata kunci usai pengguna melakukan pencarian," kata teknisi keamanan Google, Damian Menscher kepada situs teknologi CNet.

Peringatan yang diberikan Google berbunyi: "We believe that your computer is infected with malicious software. If you don't take action, you might not be able to connect to the internet in the future." yang artinya kira-kira demikian, "Kami percaya komputer Anda terinfeksi program jahat. Jika Anda tidak mengambil tindakan, Anda mungkin tidak dapat terkoneksi internet di masa mendatang".

Google membantu pengguna mendeteksi DNS Changer


Program jahat DNS Changer ditemukan pada akhir 2011 lalu. FBI dan kepolisian Estonia berhasil menangkap beberapa penjahat cyber yang membuat program DNS Changer, dari perusahaan asal Estonia, Rove Digital, pada 8 November 2011.



Rove Digital menyebar virus DNS Changer dengan berbagai cara, mulai dari mengunjungi situs tertentu ataupun mengklik iklan online, yang semua itu telah disisipi DNS Changer.

Program jahat yang menyerang sistem operasi Windows dan Mac ini, mengubah konfigurasi Domain Name Server (DNS) pada komputer korban, dan diam-diam mengerahkannya ke server DNS palsu. 

Saat ini masih ada jutaan komputer yang terinfeksi DNS Changer dan masih terhubung ke DNS palsu tersebut.

FBI sudah menyita server DNS palsu Rove Digital dan masih mengamankannya. 

Karena ini adalah server DNS palsu yang sarat akan tindakan penyalahgunaan, penegak hukum Amerika Serikat memerintahkan FBI untuk mematikan server DNS palsu Rove Digital itu pada 9 Juli 2012. Dan, akibatnya, korban-korban DNS Changer akan kesulitan mengakses internet.

Tanpa DNS, pengguna internet tidak bisa mengakses sebuah situs dengan mengetik alamat situs web-nya, misalnya google.com, facebook.com, atau wordpress.com. 

Untuk mengakses situs web tanpa DNS, pengguna harus memasukkan alamat Internet Protocol (IP) situs yang ingin dikunjungi. Masalahnya, tidak semua pengguna internet tahu dan hafal nomor IP address situs web. Hal ini akan membuat seseorang kesulitan mengakses internet, atau berpikir bahwa jaringan internetnya terputus.

KompasTekno sebelumnya telah membuat sebuah artikel tentang cara untuk mengetahui apakah komputer Anda terinfeksi DNS Changer atau tidak. Silakan klik tautan ini.

Thanks to KOMPAS

Virus "9 Juli" Menyerang, Periksa Komputer Anda!



Jutaan komputer di seluruh dunia telah terinfeksi DNS Changer, sebuah virus yang membuat pemilik komputer kesulitan mengakses internet setelah 9 Juli 2012.



Di Australia, peringatan telah diberikan kepada masyarakat, seperti dikutip Sydney Morning Herald. Biro investigasi Amerika Serikat, FBI, sampai turun tangan mengatasi program jahat yang dianggap berbahaya ini.

Untuk mengetahui apakah komputer Anda terinfeksi DNS Changer, FBI menyediakan alatnya secara online. Berikut tahapannya:

1. Kunjungi http://www.dcwg.org.

DCWG merupakan kepanjangan dari DNS Changer Working Group, sebuah situs yang dibangun ahli keamanan untuk memantau virus DNS Changer.

2. Klik tombol hijau "Detect" di pojok kiri atas.

3. Anda akan diarahkan ke halaman baru seperti gambar di bawah ini. Klik tautan http://www.dns-ok.us/ pada posisi yang telah kami lingkari dengan warna merah.

Mendeteksi virus DNS Changer di komputer


4. Jika komputer Anda tidak terinfeksi, di monitor akan muncul logo besar berwarna hijau dengan pesan, "DNS Resolution = GREEN". Maka, Anda tidak perlu melakukan apa pun.

DNS Resolution = GREEN

5. Namun, jika yang muncul di monitor Anda adalah logo merah, tampaknya komputer Anda terinfeksi DNS Changer.



Silakan mengambil langkah segera untuk mengikuti petunjuk dan meng-install salah satu softwareantivirus gratis di tautan ini untuk membasmi program jahat DNS Changer.

Apa itu DNS Changer?

Pada 8 November 2011, FBI dan kepolisian Estonia berhasil menangkap beberapa penjahat cyberdari sebuah perusahaan asal Estonia, Rove Digital.

Rove Digital menyebar virus DNS Changer dengan berbagai cara, mulai dari mengunjungi situs tertentu ataupun mengklik iklan online, yang semua itu telah disisipi DNS Changer.

Apa yang akan dilakukan DNS Changer?

DNS Changer yang menyerang sistem operasi Windows dan Mac mengubah konfigurasi Domain Name Server (DNS) pada komputer korban, dan diam-diam mengerahkannya ke server DNS palsu milik Rove Digital.

Rove Digital bisa saja mencuri data korban, mungkin kartu kredit atau dokumen penting lainnya, untuk mendapat keuntungan materi.

Saat ini masih ada jutaan komputer yang terinfeksi DNS Changer dan masih terhubung ke DNS palsu tersebut.

FBI sudah menyita server DNS palsu Rove Digital dan masih mengamankannya. 

Karena ini adalah server DNS palsu yang sarat akan tindakan penyalahgunaan, penegak hukum Amerika Serikat memerintahkan FBI untuk mematikan server DNS palsu Rove Digital itu pada 9 Juli 2012. Dan, akibatnya, korban-korban DNS Changer akan kesulitan mengakses internet.


Tanpa DNS, pengguna internet tidak bisa mengakses sebuah situs dengan mengetik alamat situs web-nya, misalnya google.com, facebook.com, dan wordpress.com. 



Untuk mengakses tanpa DNS, pengguna harus memasukkan alamat Internet Protocol (IP) situs-situs tersebut.

Masalahnya, tidak semua pengguna internet hafal nomor IP address situs-situs tersebut. Hal ini akan membuat seseorang kesulitan mengakses internet, atau berpikir bahwa jaringan internetnya terputus.


Thanks to KOMPAS

Jejaring Sosial Porno Kalahkan Facebook



Facebook dinyatakan kalah dalam upayanya menggugat sebuah jejaring sosial dengan konten pornografi yang memiliki nama mirip, Faceporn.

Facebook, sejak 2010 memang berusaha membeli domain Faceporn. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan hasil pencarian kata "Facebook".

Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg dkk. ini membeli berbagai domain dengan kata kunci "Face" dan "Book". Hingga kini, Facebook telah memiliki 10 domain dengan dua kata kunci tersebut, dan 17 domain yang masih tertunda pengesahannya.

Nah, untuk Faceporn, Facebook mengambil langkah hukum untuk mengakuisisi domain milik jejaring sosial khusus dewasa yang beroperasi di Norwegia ini. Namun, minggu lalu, Hakim Pengadilan Distrik AS, Jeffrey S. White menyatakan, Facebook kalah dalam gugatannya.

facebook-sues-faceporn


Selain gagal memperoleh kepemilikan domain Faceporn, Facebook juga wajib membayar sejumlah uang kepada Faceporn untuk mengganti dana membayar pengacara dan biaya proses hukum. Gugatan Facebook ditolak karena "lack of personal jurisdiction".

Hakim White mengatakan, Facebook gagal menunjukkan bahwa kehadiran Faceporn akan membahayakan keanggotaan Facebook di Norwegia. Namun, Facebook berencana untuk melanjutkan gugatan kepada Faceporn, karena telah menggunakan istilah "Wall" (dinding) dalam salah satu fitur jejaring sosial tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Facebook kalah di pengadilan karena gugatan domain. Sebelumnya, Facebook juga telah gagal memiliki domain "Shagbook" dan "Teachbook". Facebook hampir pula gagal saat ingin menguasai kepemilikan "Lamebook" namun situs parodi tersebut akhirnya melepas domainnya.

Thanks to KOMPAS


BuzzleMall, Aplikasi Pemandu Saat di Mall



"Selain informasi promo produk, juga ada informasi tempat nongkrong terdekat."

Bagi yang bingung saat akan memilih tawaran spesial produk di mal, kini Anda dapat memanfaatkan aplikasi BuzzleMall. Ini merupakan aplikasi khusus untuk informasi seputar produk di sebuah mall.

Aplikasi yang tersedia dalam platform Android dan BlackBerry ini menawarkan paket informasi sebelum Anda berkunjulng ke sebuah mall. "Selain informasi promo produk, juga ada informasi tempat nongkrong terdekat," ujar Arnold Nugroho, Co-Founder Buzzle Indonesia di Plaza Senayan, Selasa 8 Mei 2012.

Tidak hanya itu, melalui sistem navigasi yang ada dalam aplikasi ini pengguna tidak perlu repot mencari toko yang memberikan promo menarik dalam sebuah mall. "Ini menggantikan direktori mal ke dalam mobile," tambah lulusan ITB ini.

Fitur "Meet Up" dalam aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengundang teman ke suatu tempat di kawasan mal melalui Facebook, dan dapat langsung berbagi pengalaman soal mal tersebut dalam Twitter. Fitur "Meet Up" untuk sementara tersedia dalam platform Android.

Aplikasi ini sudah tersedia di Android Market sejak 2 bulan lalu dan masih dalam versi beta. Juli mendatang akan tersedia dalam full version. "Agustus nanti, kami akan ke Windows Phone dan platform iOS," ucap Arnold.

Dalam aplikasi ini terdapat beberapa tab, yakni "All Categories", "All Issues", "Promo", "Store", "Event", "Navigate", dan "Pouch".

Sebelum membuat Buzzle Mall, ia bersama tiga temannya telah membuat platform toko online berbasis lokasi. "Setelah riset dari berbagai sumber, ternyata mall merupakan tempat favorit, akhirnya kami spesifik," tambah Arnold.

Aplikasi besutannya sudah diunduh 800 kali. Sebanyak 500 diunduh di Google Play, dan 300 didownload dari platform BlackBerry.

Aplikasi ini telah diterapkan di 25 mall Jakarta dan 3 mall di Bandung.

Pembagian pendapatan dari layanan ini, yakni bekerjasama dengan toko penjual barang promo. Untuk mendapatkan tawaran menarik, pengunjung mall sebelumnya harus mendownload aplikasi ini dan men-tap tombol promo dalam platform saat berada di toko yang dimaksud.

Arnold mengatakan informasi yang diberikan tentu update sesuai yang ada di mall. "Yang kita ajak kerjasma mall nya, pasti akurat," lanjutnya

Namun, dalam memperkenalkan aplikasi ini, ia juga mengaku ada hambatan dari pihak mall. "Manajemen mall masih ada yang konservatif, belum menerima inovasi ini," lanjutnya.

Ke depan ia akan mengembangkan aplikasi menjadi lebih baik, dan memperluas ke mall di kota besar seperti Surabaya.

Aplikasi besutan Arnold bersama dua kolega lulusan Teknik Informatika ITB, Gerard Edwin dan David Soendoro, ini berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi Ericsson Application Award 2012 yang diikuti 143 peserta dari 33 negara.


Thanks to VIVA NEWS

Badoo.com Klaim Miliki 150 Juta Pengguna



Facebook mungkin sudah terkenal dengan layanan yang memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk selalu terhubung dengan keluarga, sahabat, dan rekan kerja. Namun, jejaring sosial satu ini mampu menawarkan teman-teman baru, yang mungkin belum Anda kenal sebelumnya.


Badoo.com adalah jejaring sosial yang baru diluncurkan di AS pada Maret 2012, sedangkan di negara lain sudah beberapa tahun lalu. Perusahaan pembuat jejaring sosial ini telah berdiri sejak tahun 2006, tetapi kepopuleran Badoo sempat dikalahkan Facebook. Sebelum peluncuran resmi di AS, pengguna Badoo di AS sudah berjumlah 6 juta orang. Setelah peluncuran, pengguna di AS bertambah menjadi 8 juta orang. 

Kini, jejaring sosial ini sudah mengklaim memiliki 150 juta pengguna di seluruh dunia. Badoo juga mengklaim memiliki 35 juta pengguna aktif setiap bulan, yang akan bisa memberikan keuntungan tahunan mencapai 150 juta dollar AS. 

Data ini diperkuat dengan temuan ComScore bahwa Badoo.com memiliki tambahan pengguna sebanyak 125.000 orang setiap hari. Selain melalui dekstop, pengguna Badoo versi mobile juga cukup besar. Sejak November tahun 2011, pengguna Badoo versi mobile naik 100 persen dan pendapatan mobile meningkat dua kali lipat dari platform desktop. 

Apa yang menarik dari Badoo? Jessica Powell selaku Chief Marketing Officer Badoo mengatakan, sejak awal jejaring sosial ini tidak dibangun untuk menjadi kompetitor Facebook. Badoo memiliki konsep yang berbeda, yakni seperti layanan online dating yang mempertemukan orang berdasarkan popularitasnya.

Setelah menggunakan Badoo, pengguna bisa melihat anggota lain di wilayah yang sama, chattingdengan mereka, atau hanya mem-follow mereka dan menambahkan ke favorit di profil. Badoo juga bisa digunakan untuk merencanakan pertemuan, baik privat maupun umum. 

Saat ini Badoo sudah tersedia untuk 180 negara dalam 40 bahasa. Maka, jaringan Badoo sudah semakin luas dan memberikan kesempatan untuk berkenalan dengan orang lain dari belahan dunia yang berbeda. 

Kompas Tekno mencoba login ke jejaring sosial ini dan ternyata cukup mengasyikkan. Badoo memungkinkan pengguna untuk login menggunakan akun Facebook dan memposting foto-foto yang sudah diposting lebih dulu ke Facebook. Pengguna juga bisa memilih bahasa yang dipahami berdasarkan pilihan yang ada ketika melengkapi profilnya.

Setelah melengkapi profil, Badoo akan merekomendasikan teman-teman yang paling dekat dengan Anda, misalnya yang berada dalam satu kota. Anda akan bisa mengirimkan dan menerima pesan dari orang-orang yang ingin berkenalan dengan Anda, baik laki-laki maupun perempuan.

Anda bisa melakukan 'Add Friend' seperti Facebook atau hanya saling berkirim pesan melalui fiturmessage dan chat, lalu melanjutkan pertemuan di dunia nyata. Di sebelah kanan profil Anda akan ada daftar teman yang ingin bertemu Anda dan ingin Anda temui, juga daftar orang yang mengunjungi profil Anda, daftar teman-teman yang anda tambahkan, daftar teman favorit, dan daftar orang-orang yang menambahkan Anda di profilnya sebagai teman favorit.

Bagi penyuka hal-hal baru di jejaring sosial, Badoo.com bisa menjadi tempat untuk bereksplorasi selain jejaring sosial lain yang sudah terkenal, seperti Facebook, Twitter, Pinterest, dan LinkedIn. 

Thanks to KOMPAS